Do-Re-Mi-Fa-Sol-La-Si-Dung!

Hula melihat berbagai alat musik. Kakak memainkan alat musik polopalo. Do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Hula terpesona. Dia juga ingin main polopalo yang lain. Do-re-mi-fa-sol-la-si dung! Astaga! Kenapa suaranya berbeda? Apa yang terjadi?

Pesan untuk Pembaca!

Do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Sambil menyelam minum air!
Dua masalah, berhasil aku bereskan. Aku mengeluarkan batu dari rongga polopalo. Aku membuat suaranya kembali merdu. Saat ada masalah, aku tidak diam. Kalau kamu, bagaimana?

Tautan unduh: Do-re-mi-fa-sol-la-si-dung!

Tentang Penulis
Yusrilsyah Limbanadi. Pemuda yang acap disapa Acil, dididik oleh dua insan memesona: Rusdi Limbanadi dan Naneng Tubuon. Kecintaan Acil dalam kepenulisan menghanyutkan penanya pada muara cerita anak. Acil menulis buku, antara lain: Hiu Piu, Jangan Riuh! dan Coba-Coba Soba. Selain sebagai penulis, Acil juga berprofesi sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI), praktisi penerjemah bahasa Mongondow, dan pelukis.